
Dua terduga teroris anggota Jamaah Ansharut Khilafah (JAK),l M dan W, pernah menyamar jadi pemanen atau tukang dodos buah sawit di Kabupaten Kampar, Riau. Ini dilakukan keduanya untuk menutupi identitasnya dari pihak berwajib.
Kapolda Riau Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara menyebut kedua pria berusia 29 tahun itu berada 4 hari di kabupaten tertua di Riau tersebut. Selain memanen sawit, keduanya menyempatkan diri latihan paramiliter.
Menurut dia, keduanya juga sempat berada di Padang, Sumatera Barat, selama beberapa hari. Ketahuan petugas, keduanya kemudian melarikan diri ke Kampar dan menutup identitasnya dengan bekerja di perkebunan sawit.
Dia menyebut, kedua orang itu merencanakan serangkaian teror dengan sandi 'Amaliyah'. Mereka juga sudah latihan paramiliter di beberapa lokasi di Indonesia.
Salah satu aksi itu akan dilakukan usai teror di Kampung Melayu. Densus 88 kemudian bergerak cepat dan menangkap keduanya di Provinsi Jambi. Beberapa anggota kelompok serupa juga ditangkap di beberapa daerah lain.
Menurut dia, kelompok itu menjadikan Riau sebagai persinggahan dan tempat latihan. Hal ini membuat Zulkarnain memerintahkan anggotanya di lapangan mengawasi ketat pergerakan kelompok teroris. Terutama dari segi perekrutan anggota baru dengan cara-cara membawa terlebih dahulu ke pengajian.
Untuk menutup rapat paham ini, Zulkarnain menyebut Polda Riau sudah lama melangsungkan Operasi Bina Waspada. Sasarannya menangkal paham radikal dan kelompok teroris dengan cara bersosialisasi ke setiap pelosok desa.
Jumat, 02 Juni 2017
TERORIS JAMBI PERNAH LATIHAN PEKEBUNAN SAWIT DI RIAU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar