Minggu, 14 Januari 2018

PRABOWO SUDAH BIASA DI SUDUTKAN



Ketua DPP Gerindra Bidang Hukum, Habiburokhman, menanggapi santai tudingan La Nyalla Mattalitti soal adanya mahar politik yang diminta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurut dia, itu adalah hal biasa.

Apalagi, menurut dia, La Nyalla tidak punya cukup bukti atas pernyataan yang dia sampaikan terkait pencalonan dia di Pilkada Jatim 2018.

Dia pun memperingatkan, pihaknya tidak akan segan melaporkan La Nyalla ke polisi bila terus menyeret sang ketua umum ke dalam lingkaran cerita yang diklaim tak beralasan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja berencana memanggil Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Dia berharap dengan pemanggilan itu, mantan Danjen Kopassus itu bisa memperjelas pernyataan mahar politik yang dituduhkan La Nyalla Mattalitti.

Mahar politik mencuat setelah La Nyalla Mattalitti buka-bukaan terkait dugaan adanya permintaan uang miliaran rupiah dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada dirinya.

La Nyalla mengaku melaporkan hal tersebut ke para ulama di Jatim dan Jakarta yang telah mendukungnya. Termasuk kepada Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Rachmawati.

Kepada Amien dan Rachmawati, La Nyalla menyatakan, dirinya bukan tak sanggup mengemban tugas dari Gerindra soal syarat uang. Ia hanya ingin rekomendasi sebagai cagub Jatim keluar dahulu sebelum membayarkan uang miliaran rupiah yang diminta Prabowo.

0 komentar:

Posting Komentar