Kamis, 14 Desember 2017

NONGSA DI KEPUNG 1500 WISMAN SAT LIBUR PANJANG



Promosi pariwisata dan gelaran even-even kreatif kembali membawa berkah untuk Nongsa, Batam. Sejak Kamis hingga Minggu daerah crossborder yang sering disebut dengan Great Batam itu dikepung 1.500 wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura, Malaysia, China, Korea, India, Sri Lanka, dan Jepang. Mereka masuk ke Batam dari Singapura melalui jalur laut dan Bandara Hang Nadim.

Batam memang disesaki wisman. Sebanyak 400 kamar yang tersedia di Turi Beach, Batam View Beach Resort, Nongsa Point Marina, dan Montigo Resort Nongsa tak lagi bisa menampung wisatawan. Semuanya fully booked 100 persen.

Jurus tersebut terbukti ampuh. Serangan event Friendship Golf Trination yang ikut dibungkus brand Wonderful Indonesia diserbu 156 warga negara Singapura dan warga Malaysia yang berasal dari Penang dan Johor Bahru. Sebanyak 116 anggota komunitas Sathya Sai Baba, seorang guru spiritual India, juga ikut berlibur di Batam. Kelompok gereja asal Singapura juga ikut menyumbang 711 wisman ke Nongsa. Sisanya, datang dari China, Jepang, Sri Lanka, dan Korea yang memberli paket leisure, team building, serta social gathering di Nongsa.

Perhatian serius pada turis Singapura, Malaysia, China, Korea, dan India yang kerap diperlihatkan Menpar Arief Yahya dinilai sangat sukses. Berbagai pasar potensial, promosi, dan aneka pagelaran selalu rajin disiapkan untuk mendatangkan lebih banyak wisman ke Batam.

Ekonomi Batam langsung berdetak sangat kencang. Hotel, lapangan golf, semua panen raya. Estimasi kasarnya bisa dengan mudah dihitung. Per hari, spent money wisatawan mancanegara rata-rata menghabiskan 200 SGD. 

Tak hanya industri pariwisata di Nongsa yang senang. Life Member Penang Golf Club, Dato’ Jimmy Ong, juga mengaku enjoy. Pengalaman di Trinations Friendship Golf Batam Island, 31 Agustus-2 November 2017, menurutnya sulit didapatkan di golf course manapun. 

Tak ada keluhan sedikitpun darinya. Pesannya untuk pariwisata Indonesia hanya satu. Dia ingin Penang-Batam bisa ditembus dengan direct flight. 

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti, yang ikut meng-create even-even akhir pekan di Nongsa langsung sumringah. Ramainya kawasan Nongsa Batam saat libur panjang, menurutnya, adalah bukti bahwa pariwisata itu sangat berpotensi menjadi core business Indonesia. 

0 komentar:

Posting Komentar